"Sudah dibawa ke rumah sakit. Katanya kondisi terakhir sama penjaga rumah sakit semakin memburuk," ujar Yani, warga Pamulang, yang menemukan Deti, kepada detikcom, Senin (23/2/2009).
Menurut Yani, pihak rumah sakit belum bisa melakukan visum terhadap Deti yang diduga korban kejahatan. Namun Yani tidak mengetahui alasan pihak rumah sakit kenapa tidak melakukan visum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deti dibawa ke RS Bhinneka Bhakti Husada pada Sabtu 21 Februari 2009. Setelah adanya pemberitaan mengenai Deti, pihak kepolisian mendatangi lokasi perumahan dan membawa Deti ke rumah sakit.
"Kepolisian sudah lihat dan langsung dibawa ke rumah sakit," jelasnya.
Warga menduga Deti korban pemerkosaan karena saat memandikan Deti, warga melihat vagina Deti membengkak merah dan mengeluarkan cairan.
"Kondisinya masih depresi. Dia belum bisa cerita yang sebenarnya," ujar Yani.
Nasib Deti memang mengenaskan. Dia datang ke Pamulang dalam keadaan linglung, setelah itu jatuh pingsan dan koma. Oleh warga setempat dia dibawa ke RS, namun malah dipersulit,
Akhirnya Deti hanya dirawat di pos satpam. Warga saweran membeli infus sehingga pos satpam berubah menjadi "ruang pasien" darurat. Hingga 6 hari Deti yang diduga korban pemerkosaan dan perampokan dirawat di tempat yang bukan tempatnya itu. Hingga akhirnya kini Deti mendapatkan perawatan di tempat sewajarnya. (gus/nrl)











































