Acara ritual yang bertajuk Umbul Donga (memohon doa-red) itu digelar oleh warga Dusun Karet dan sekitar Desa Pleret Kecamatan Pleret, Minggu (22/2/2009).
Sebelum melakukan doa bersama, warga yang sebagian besar mengenakan pakaian adat Jawa melakukan kirab keliling dusun. Sebagian besar peserta membawa aneka macam sesaji berupa nasi ingkung dan hasil bumi. Hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan dibuat menyerupai gunungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tiba di tempat itu, semua sesaji diletakkan di pinggir sungai. Salah seseorang sesepuh desa, Mbah Suradji (75) duduk di atas sampan kecil untuk memanjatkan doa. Setelah berdoa selama lebih kurang 15 menit, dia didampingi 6 warga yang menarik sampan menuju ke tengah sambil menaburkan bunga.
"Acara 1.000 hari sebenarnya jatuh pada hari Jumat Wage 20 Februari kemarin, namun dilakukan hari Minggu legi 22 Februari," kata salah seorang koordinator acara, Hendro Sarwo Wiguno kepada detikcom di sela-sela acara.
Menurut dia, bila acara tepat hari Jumat kemarin, banyak warga yang tidak bisa berpartisipasi dalam acara itu. Mereka sibuk mempersiapkan acara 1.000 hari karena banyak warga di Kecamatan Pleret yang meninggal akibat gempa 27 Mei 2006.
"Hari Selasa hingga Jumat kemarin, warga sibuk di makam keluarga dan persiapan Nyewu atau seribu hari," tutur Hendro yang salah satu anggota keluarganya juga menjadi korban gempa. (bgs/asy)











































