Pemerintah Israel juga menuding pemerintah Lebanon sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan roket terhadap wilayahnya tersebut.
Menurut situs resmi KBRI di Beirut, Lebanon, Minggu (22/2/2009), pelontaran
roket ini adalah kasus yang ketiga kalinya dan selalu diluncurkan dari lokasi yang tidak jauh dari markas pasukan PBB yang bertugas di Lebanon Selatan (UNIFIL). Namun tidak ada satupun pasukan UNIFIL yang terkena dampaknya termasuk pasukan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Pejabat penerangan Hezbollah, Ibrahim Al-Mousawi kepada France Press membantah adanya kaitan antara Hezbollah dengan peluncuran roket pada Sabtu pagi tersebut.
Sementara itu Presiden Lebanon, Jenderal Michel Suleiman kembali menegaskan
sikapnya yang menolak Lebanon Selatan dijadikan pangkalan peluncuran segala
jenis roket. (anw/anw)










































