"Jalan ini memiliki arti penting untuk membuka keterisoliran daerah, dan memperbaiki perekonomian masyarakat," ujar Djoko.
Delapan jembatan berkontruksi beton pra tekan ini menghubungkan 82 kilometer jalan, yang masih berupa jalan tanah. Namun jalan ini urat nadi kehidupan masyarakat di lima Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Lima kecamatan ini daerah penghasil komoditi pertanian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri menggunting pita di jembatan Tanaman I, salah satu dari delapan jembatan dan menandatangani prasasti tanda peresmian. Jembatan lain adalah Tabisu I, Tabisu II, Tabisu III, Tabisu IV, Tabisu V, dan jembatan Tongolaka, dan Puna III.
Total jembatan ini menghabiskan anggaran Rp 87,75 miliar. Seluruhnya adalah hibah dari Pemerintah Jepang.
"Kami berharap bantuan Pemerintah Jepang masih terus berlanjut," ujar Djoko.
Toru Maeda mengatakan, Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency masih akan membangun 15 jembatan lagi di ruas jalan lingkar selatan Sumbawa. Ia berharap, pemerintah bisa memulai perbaikan jalan, sehingga jalan tak hanya berupa jalan tanah.
(djo/djo)










































