Koran milik raja media Rupert Murdoch itu mengakui, kartun yang dimuatnya telah memicu kontroversi dikarenakan masyarakat Afrika-Amerika dan lainnya menganggap itu sebagai penggambaran Obama.
"Ini tentunya tidak bermaksud demikian. Bagi mereka yang tersinggung dengan gambar tersebut, kami minta maaf," demikian The New York Post dalam editorial di situsnya berjudul "That Cartoon."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan maaf ini disampaikan setelah para demonstran berkumpul di luar kantor media tersebut di Manhattan. Para pendemo yang dipimpin tokoh komunitas kulit hitam Al Sharpton menyerukan penutupan koran tersebut.
Kartun kontroversial tersebut menggambarkan polisi yang menembak seekor simpanse hingga tewas. "Mereka harus menemukan orang lain untuk menulis rancangan stimulus berikutnya," kata seorang polisi dalam kartun tersebut. (ita/ita)











































