Tim investigasi ini diketuai Syaidina Ali Dipl ALL, dengan anggota Eddi Nursalam diwakili Pathi Riduan, M Leksono Sidi, ahli managemen transportasi KNKT pusat,Β beserta dua anggotanya, dan para anggota KNKT dari Sumsel.
"Sesuai surat perintah, kami berangkat pagi ini sebanyak delapan orang," kata Syaidina Ali saat dihubungi pers, Sabtu (21/02/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tim investigasi ini bukan mau mencari siapa salah dan siapa yang benar, tetapi kami dari KNKT akan menganalisa secara menyeluruh mulai dari kondisi mobil, jalan dan sopir kendaraan," terang Syaidina Ali.
Dia menambahkan dalam tim ini hadir juga beberapa ahli di bidangnya masing-masing.
"Tujuannya dari hasil investigasi ini akan berguna bagi masyarakat dan penyelenggara pemerintahan mengapa sampai terjadi dan apa yang harus dibenahi, di kemudian hari supaya hal serupa ini tidak terjadi lagi," kata Syaidina Ali.
Dia mengakui, dana inventigasi dan penelitian tim KNKT ini dibebankan kepada anggaran KNKT. Lebih lanjut dia mengatakan, analisis KNKT nantinya meneliti kondisi mobil, apakah laik jalan, menganalisa jalan dan jembatan serta meneliti dan mencari tahu kondisi sopir termasuk berapa kecepatan kendaraan sebelum masuk sungai. (tw/mok)











































