Menhan: Itu Terbaca Radar Bukan Terkunci

Alarm 2 Sukhoi Bunyi

Menhan: Itu Terbaca Radar Bukan Terkunci

- detikNews
Sabtu, 21 Feb 2009 01:45 WIB
Menhan: Itu Terbaca Radar Bukan Terkunci
Jakarta - Belum jelas apa hasil penyelidikan TNI Angkatan Udara terhadap dua pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 yang terkunci (lock) target di udara. Namun, Departemen Pertahanan (Dephan) yakin dua pesawat anyar asal Rusia itu bukan terkunci misil musuh.

"Istilahnya latihan teknis tempur tentang terbaca atau memantau musuh lewat radar, bukan berarti terkunci, harap dipahami," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kepada detikcom melalui pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (20/2/2009) malam.Menurut Juwono, dirinya sedang menunggu penjelasan resmi dari TNI AU yang saat ini sedang melakukan penelitian apa penyebab alarm "terbidik" (locked in) itu berbunyi. Juwono meminta agar alarm itu jangan diartikan secara harfiah sebagai terkunci atau rusak.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak misil saat mengelar latihan sekitar pukul 09.00 Wita. Saat kedua pesawat berada pada ketinggian 20.000 kaki alarmnya berbunya tanda keduanya terkunci dan menjadi target musuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hasanuddin, Makassar, Masekal Pertama TNI Ida Bagus Putu menyatakan, kedua pesawat yang biasa berada di basenya nyaris ditembak musuh. Saat itu, pesawat milik TNI AU yang lainnya langsung mengejar pesawat musuh, namun hasilnya nihil. Β 

Belum jelasnya informasi sebenarnya mengenai kronologis kejadian yang menimbulkan berbagai spekulasi. Di antaranya adanya kemungkinan pesawat rusak seperti diutarakan oleh Kadispen AU, Marsekal Pertama TNI Chaeruddin Ray.

Sepekulasi lainnya, kemungkinan alarm bunyi tanda pesawat dalam keadaan bahaya itu bukan berarti pesawat terkunci pesawat musuh. Kemungkinannya adalah bunyi alarm karena pertanda pesawat sudah terdeteksi radar musuh.

Belum jelas mana yang benar, rusak, latihan pemantauan radar atau human error?

(zal/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads