Seperti dikutip AFP, Jumat (20/2/2009) Presiden Israel Shimon Peres meminta kepada Netanyahu untuk segera membentuk pemerintahan. Sebelumnya Peres telah bertemu secara terpisah dengan Netanyahu dan pesaingnya, pimpinan Partai Kadima Tzipi Livni.
"Saya tidak akan bergabung dalam pemerintahan yang melawan tujuan ideal kami. Kami ingin pemerintahan yang berdasarkan pada solusi 2 negara," ujar Livni. Partainya memang pro pada pembentukan negara Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat dia menjabat sebagai perdana menteri kurun 1996 hingga 1999, dia yang merusak proses perdamaian, dengan pemerintahannya yang mengizinkan
perluasan pemukiman Yahudi.
Netanyahu (59) mempunyai waktu 28 hari untuk menyusun pemerintahan koalisi, namun bila itu belum juga tercapai Presiden Peres bisa menambahnya menjadi 14 hari. (ndr/asy)











































