"Kami tidak tahu," kata Hari (50) sopir, Mikrolet M01 trayek Kp Melayu-Senen saat ditemui di Terminal Senen, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2009).
Bukan hanya dia saja, rekannya yang lain pun demikian. "Kita baru dengar dari Mas nih," ujar Eko (45), sopir jurusan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang menurut Hari, penghapusan ini sangat membantu para sopir. Biasanya puluhan ribu rupiah biasa dia rogoh guna membayar segala macam urusan perizinan itu.
"Kalau retribusi untuk kir bayarnya Rp 40 ribu, itu 6 bulan sekali, ada juga biaya perawatan terminal Rp 90 ribu," jelasnya.
Penghapusan aneka retribusi ini dilakukan Gubernur Jakarta sebagai kompensasi dari penurunan tarif angkutan umum Rp 500.
(ndr/nrl)










































