"Tim memeriksa apa yang ditayangkan itu main-main atau benar," kata Kadiv Humas Mabes Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2009).
Menurut Abubakar, budaya pemukulan di lingkungan Polri sudah tidak ada. Jika memang video pemuklan itu benar, maka hal tersebut merupakan pelanggaran berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya wartawan dari mana suara pukulan video itu berasal, Abubakar menyatakan suara itu berasal dari suara tepukan tangan 'aktor' video kekerasan itu.
"Tepak-tepok akibat pukulan itu adalah bunyi tepuk tangan temannya," katanya.
Sebelumnya, Abubakar menyatakan video kekerasan ala IPDN tahun lalu itu hanyalah perbuatan iseng saja. Pada video berdurasi 4,3 menit tampak 4 orang berseragam polisi tengah menghajar seseorang yang diduga juniornya.
Kelima orang yang terlibat dalam video tersebut adalah Bripda Haidar (yang seolah-olah dipukul), Bripda Frangky Yusman, Bripda Triadi, Bripda Jumansar, Bripda Muzakir (mereka yang seolah-olah memukul). (nal/nrl)










































