Holder mencetuskan bahwa Amerika adalah "negara pengecut" saat membahas isu ras. Tak ayal lagi, kata-kata Holder itu mengundang pro dan kontra.
"Meskipun negara ini dengan bangga menganggap dirinya sebagai tempat pembauran etnis, namun dalam hal-hal rasial, kita selalu dan saya yakin kita pada dasarnya akan seterusnya menjadi negara pengecut," demikian pernyataan Holder yang menuai kontroversi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Holder, warga Amerika takut membahas ras. Sedangkan isu-isu tertentu seakan tiada batasnya.
"Saya pikir jika kita ingin membuat kemajuan, kita harus punya nyali. Kita harus punya tekad untuk jujur satu sama lain," imbuh Holder seperti dilansir CNN, Jumat (20/2/2009).
Pernyataan Holder itu disayangkan Ron Christie, yang pernah menjadi penasihat kebijakan dalam negeri mantan Presiden George W Bush. Menurutnya, tidaklah tepat bagi seorang pimpinan penegakan hukum membahas isu ras. "Dan itu sangat menghina bagi rakyat Amerika," ujarnya.
Hilary Shelton dari lembaga National Association for the Advancement of Colored People menyebut komentar Holder tersebut provokatif.Β Namun ada pula yang setuju dengan ucapan Holder.
"Semua ucapan Holder benar. Kita tak akan pernah melalui isu ini sampai kita membahas, mengkonfrontir, memahami dan kemudian menyembuhkannya," tulis seorang pembaca di situs liberal Huffington Post.
Komentar senada disampaikan analis politik CNN Roland Martin yang setuju dengan ucapan Holder.
(ita/nrl)










































