Bahkan ratusan pendemo menyerukan penutupan media milik Rupert Murdoch itu. "Ya kami bisa, tutup media itu!" seru para demonstran di luar kantor pusat News Corps di New York.
"Mereka anggap kami simpanse. Mereka akan tahu kalau kami ini singa," kata pemimpin komunitas kulit hitam sekaligus aktivis HAM kulit hitam Al Sharpton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tidak lucu, ini bukan kartun. Ini menjijikkan," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2009).
Kartun kontroversial itu dimuat The New York Post pada edisi Rabu, 18 Februari di halaman 12. Kartun tersebut mengaitkan dua event yang sedang banyak dibicarakan di AS saat ini. Yakni penembakan seekor simpanse oleh polisi hingga tewas setelah hewan itu mengamuk dan melukai seorang wanita. Juga mengenai program stimulus ekonomi yang diteken Obama.
Dalam kartun itu, seorang polisi berkomentar: "Mereka harus menemukan orang lain untuk menulis rancangan stimulus berikutnya."
Pemimpin komunitas kulit hitam Al Sharpton mengkritik kartun tersebut sebagai rasis. Menurutnya, kartun itu sangat mengganggu mengingat sejarah serangan rasis AS yang membandingkan warga Afrika-Amerika dengan monyet.
Namun Pemred media tersebut, Col Allen, membela diri dengan mengatakan bahwa kartun murni parodi mengenai event berita terbaru. Allen bahkan menuding Sharpton "tak lebih sebagai oportunis publisitas". (ita/nrl)











































