Disfungsi Ereksi Indikator Penderita Penyakit Kardiovaskuler

Disfungsi Ereksi Indikator Penderita Penyakit Kardiovaskuler

- detikNews
Jumat, 20 Feb 2009 06:59 WIB
Jakarta - Disfungsi Ereksi (DE) seringkali disalahartikan sebagai fenomena umum yang terjadi seiring dengan proses penuaan yang terjadi pada pria. Padahal DE menjadi satu tanda utama akan adanya komplikasi penyakit kardiovaskuler.

"Terdapat prevelensi yang tinggi pada pria yang mengalami DE, dimana 64% dari pria yang menderita DE juga memiliki hypertensi, jantung koroner, kolesterol, diabetes, dan depresi," ujar Dr. Tedjasukmana saat memberi materi edukasi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2009).

Menurut Tedja, diperkirakan sebanyak 152 juta pria di seluruh dunia, atau sekitar 16% dari pria berumur 20 sampai 75 tahun mengalami kesulitan ereksi dan diperkirakan akan meningkat menjadi 322 juta pada tahun 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara data terbaru menunjukkan hanya 15% hingga 20% penderita disfungsi ereksi yang melakukan pengobatan. "Kondisi ini umum terjadi pada pria berumur di atas 40 tahun," imbuhnya.

Diperkirakan lanjut dia, sebanyak 70% dari kasus yang didiagnosa, DE diakibatkan oleh kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan syaraf otak manusia, diabetes, dan hypertensi.

Untuk penderita hypertensi, menurut Tedja, pembuluh darah mengalami gangguan berupa penebalan dinding-dinding pembuluh yang menyebabkan aliran darah tidak lancar, padahal untuk dapat melakukan fungsi ereksi dengan baik tubuh memerlukan aliran darah yang lancar.

"Pada penderita diabetes khususnya, DE umum dikenal hadir lebih dini dibandingkan dengan pria yang tidak menderita diabetes," pungkasnya. (did/did)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads