"Terdapat prevelensi yang tinggi pada pria yang mengalami DE, dimana 64% dari pria yang menderita DE juga memiliki hypertensi, jantung koroner, kolesterol, diabetes, dan depresi," ujar Dr. Tedjasukmana saat memberi materi edukasi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2009).
Menurut Tedja, diperkirakan sebanyak 152 juta pria di seluruh dunia, atau sekitar 16% dari pria berumur 20 sampai 75 tahun mengalami kesulitan ereksi dan diperkirakan akan meningkat menjadi 322 juta pada tahun 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan lanjut dia, sebanyak 70% dari kasus yang didiagnosa, DE diakibatkan oleh kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan syaraf otak manusia, diabetes, dan hypertensi.
Untuk penderita hypertensi, menurut Tedja, pembuluh darah mengalami gangguan berupa penebalan dinding-dinding pembuluh yang menyebabkan aliran darah tidak lancar, padahal untuk dapat melakukan fungsi ereksi dengan baik tubuh memerlukan aliran darah yang lancar.
"Pada penderita diabetes khususnya, DE umum dikenal hadir lebih dini dibandingkan dengan pria yang tidak menderita diabetes," pungkasnya. (did/did)











































