"109 kecelakaan tercatat di tahun 2008 sedangkan pada tahun 2007 tercatat 100 kecelakaan terjadi. Jumlah kecelakaan meningkat meningkat dari 20 ke 23," ujar asosiasi industri penerbangan seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/2/2009).
Asia Utara pada 2008 tercatat memiliki kerugian paling parah karena rata-rata pesawat yang jatuh dalam kondisi hancur. Di urutan kedua adalah Eropa kemudian Amerika Utara, dan Asia Pasifik. Sementara Afrika dilaporkan ada perbaikan dari tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga puluh persen dari semua kecelakaan itu akibat kurang manajemen keselamatan dari penerbangan," kata Ketua International Air Transport Association (IATA) Giovanni Bisignani.
Ditambahkan oleh dia, kecelakaan di Buffalo, AS, beberapa waktu lalu diharapkan dapat mengingatkan regulator, industri pihak-pihak penerbangan agar melakukan hal yang lebih baik.
"Target kami adalah kecelakaan nol," pungkasnya. (did/irw)










































