"Satu dari enam penduduk usia dibawah 20 tahun terbukti mengalami gangguan
ereksi", ujar Dr.P. Tedjasukmana saat memberi materi edukasi, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2009).
Menurut Tedja, Penyakit ini selain dipengaruhi langsung oleh kerja syaraf otak manusia juga dipengaruhi oleh kerja metabolik manusia serta adanya defesiensi hormon testosteron yang keduanya memiliki fungsi yang saling berkaitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gangguan yang terjadi pada sistem metabolik tubuh, lanjut dia, pada akhirnya akan memicu adanya penurunan kadar hormon testosteron pada pria yang mengakibatkan pertumbuhan otot-otot tubuh menjadi terganggu.
"Termasuk otot-otot yang mendukung fungsi kerja ereksi pada penis sebagai organ reproduksi pria," pungkasnya. (Iif Rahmat Fauzi/did)











































