Seperti dikutip AFP, Kamis (19/2/2009), dengan dukungan Partai Yisrael Beitenu pimpinan Lieberman, Netanyahu yang juga dikenal sebagai pemimpin yang gila perang memperoleh dukungan 65 kursi di Knesset (parlemen Israel) dari 120 kursi yang ada.
"Kami merekomendasikan Netanyahu," ujar Lieberman menyampaikan hal ini kepada Presiden Shimon Peres, saat pertemuan dengan faksi-faksi di parlemen guna membentuk koalisi pemerintahan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kiranya, Partai Kadima enggan bergabung berbicara soal koalisi. Mereka lebih memilih menjadi oposisi. Praktis koalisi hanya tinggal Partai Likud dan Yisrael Beitanu.
"Kadima tidak akan mendukung pemerintahan yang lumpuh. Kadima dan saya akan lebih memilih untuk mendorong proses perdamaian dan melawan teroris," kata pimpina partai, Tr Tzipi Livni yang juga salah satu calon perdana menteri.
Sedang Lieberman justru sebaliknya. Menurutnya, konflik Israel dan Palestina bukan prioritas utama.
"Ancaman terbesar kita datang dari Iran dan sekutu mereka Hamas dan Hezbollah," jelas Lieberman.
Baik Netanyahu dan Lieberman dikenal sebagi tokoh garis keras. Keduanya lebih memilih penyelesaian melalui jalan perang di banding perdamaian. (ndr/ndr)











































