Keterangan yang dihimpun detikcom,perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 Wita, Kamis (19/2/2009). Saat itu pegawai BRI sedang menghitung uang nasabah sebelum disetorkan ke kantor BRI Cabang Samarinda di Jl Gadjah Mada.
Salah seorang pelaku masuk dengan berpura-pura hendak mentransfer uang. Setelah diberitahu operasional BRI sudah ditutup, pelaku langsung mengacungkan senjata tajam ke arah karyawan BRI dan mengingkatnya dengan tali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima pelaku meninggalkan BRI dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia Silver bernomor polisi KT 1975 AW.
Sekitar pukul 15.45 Wita,kejadian tersebut dilaporkan ke Polsekta Samarinda Utara. Unit Reskrim Polsek Samarinda Utara bersama dengan Satuan Reskrim Poltabes Samarinda langsung melakukan olah TKP.
''Jumlah kerugian Rp513 juta,'' kata Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan kepada detikcom di Mapoltabes Samarinda Jl Bhayangkara.
Yusep juga mengatakan, sebagian pelaku menyamar sebagai petugas satpam. Hal ini membuat warga sekitar tidak curiga ada perampokan kantor BRI tersebut.
''Kita masih lakukan penyelidikan. Anggota masih meminta keterangan karyawan BRI. Tidak ada yang terluka, pelaku hanya mengancam,'' ujar Yusep. (djo/djo)











































