Bahasa tubuh Menlu Clinton seolah-olah menampilkan wajah baru AS. Pesan yang berhasil Hillary sampaikan pada publik Indonesia adalah terbuka, akrab, ramah, bebas prasangka, tidak curiga, rasa aman dan nyaman.
Sungguh wajah yang berbeda jauh bila dibandingkan bahasa tubuh pejabat-pejabat tinggi AS era pemerintahan sebelumnya. Kepungan pengawal superketat, senyum ala kadarnya, roman muka keras dan berjarak. Pendek kata, sangar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi inilah yang kemudian diterjemahkan oleh Menlu Clinton melalui bahasa tubuhnya. Titah dari Obama untuk mengunjungi Indonesia, juga menunjukkan komitmen AS memperbaiki hubungannya dengan dunia Islam walaupun AS belum ada perbaikan konkret untuk kebijakan di Palestina, Irak dan Afghanistan.
Tapi sedikit banyak operasi mencari teman sebanyak-banyaknya dalam tempo secepat-cepatnya telah dimulai. Indonesia yang ketiban pulung menjadi jembatan AS memasuki komunitas Islam. Bagaimana hasilnya kelak, tentu saja sangat tergantung pada kosistensi pemerintah AS.
Di sisi lain penampilan Hillary Clinton menunjukkan kedewasaan ahli hukum itu sebagai politikus. Kita tahu bahwa mantan senator New York ini pernah menjadi kompetitor serius bagi Obama untuk memperebutkan tiket sebagai capres resmi Partai Demokrat AS untuk Pilpres AS 2008.
Komitmen istri mantan Presiden AS Bill Clinton ini ketika menerika tawaran menjabat menteri luar negeri dalam kabinet Obama, bukan basa-basi. Pada lawatan pertamanya ke luar negeri ini, kita bisa saksikan bukti janjinya.
Adakah mantan capres RI pasca Pilpres 2009 kelak yang tetap tersenyum dan memberi dukungan lahir batin pada pemerintahan terpilih? Sejauh ini belum ada yang begitu.
(lh/nrl)











































