"Kita kerjasama dengan DEA," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara kepada wartawan di kantornya, Kamis (19/2/2009).
Dikatakan dia, bahkan peralatan untuk menguji sabu sendiri dipinjamkan dari DEA. Satu orang anggota DEA Thaliand pun ikut serta dalam penggerebekan pabrik ekstasi yang sempat dilongok oleh Kapolda Metro Irjen Pol Wahyono ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahan-bahan sabunya dari farmasi-farmasi yang disini," jelasnya.
Sementara itu, pemantauan terhadap penjualan dan pembelian bahan pembuat sabu, amphetamin di apotek sudah dilakukan. Namun pada kenyataannya, produsen narkoba masih tetap marak.
"Pemantauan apotek sudah, seperti harus disertai resep doketr. Tapi memang susah," urainya.
Pemberantasan narkoba di Indonesia, diakui Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Arman Depari sangatlah susah. Secara terpisah, Arman mengatakan alasan pemberantasan tersebut susah sepanjang permintaannya sendiri masih banyak.
"Tidak akan ada penjualan kalau tidak ada permintaan. Ini yang susah. Perlu kesadaran masyarakat yang besar akan bahaya narkotika," jelas Arman. (mei/ken)











































