Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Parahyangan Dr Bob S Hadiwinata, Korps Perdamaian dibentuk dengan tujuan untuk membantu negara-negara berkembang.
"Waktu krisis tahun 1950-an AS membuat program untuk membantu negara-negara berkembang. Program tersebut dinamakan Korps Perdamaian AS. Selama beberapa dekade korps tersebut aktif untuk membantu Indonesia. Salah satunya dalam hal pendidikan," ujar Bob dalam percakapan dengan detikcom, Kamis (18/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bob merasa tidak perlu khawatir Korps Perdamaian akan disusupi agen-agen rahasia.
"Tergantung kita, apakah kita bisa berhati-hati atau tidak. Ini upaya positif, selain bisa mendekatkan kembali hubungan AS dengan Indonesia, juga untuk menjaga kita tetap waspada atau tidak," ujar Bob yang menyudahi perbincangan karena akan mengajar ini. (her/nrl)











































