Kartun kontroversial tersebut dimuat pada edisi Rabu, 18 Februari di harian yang dimiliki Rupert Murdoch tersebut. Kartun tersebut mengaitkan dua berita hot di AS saat ini. Yakni kontroversi seputar proposal stimulus ekonomi Presiden Obama dan insiden penembakan seekor simpanse oleh polisi di Connecticut. Simpanse tersebut tewas setelah ditembak polisi karena mengamuk dan menyerang seorang wanita hingga mengalami luka-luka serius.
Dalam kartun itu, dua perwira polisi memandangi simpanse yang tewas tergeletak berlumuran darah setelah ditembak. Demikian seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (18/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartun tersebut langsung menuai kritikan dari Al Sharpton, aktivis dan pemimpin komunitas kulit hitam. Menurutnya, kartun tersebut sangat mengganggu mengingat sejarah serangan rasis warga Amerika-Afrika yang disamakan dengan kera. Sharpton pun mendesak New York Post menjelaskan maksud kartun tersebut.
Gubernur New York David Patterson, yang juga berkulit hitam, turut mengecam kartun tersebut. Dia juga menuntut penjelasan dari surat kabar tersebut.
Pemred media tersebut, Col Allan menyampaikan penjelasan. "Kartun itu merupakan parodi jelas atas kejadian terbaru, untuk membuat lucu penembakan simpanse yang mengamuk di Connecticut," katanya.
"Itu mengejek upaya Washington untuk menghidupkan kembali perekonomian," pungkasnya.
(ita/nrl)











































