Direktur Utama RS RK Charitas, Dr Hardi Darmawan MSc, kepada pers mengatakan, para suster yang tewas itu diduga luka parah di bagian kepala, pinggang, rusuk dan badan. Dia menjelaskan kecelakaan lantaran kondisi jalan dan jembatan yang rusak.
"Kita mengharapkan suster Silvestras dapat tertolong. Saya juga memimpin proses penanganannya. Saat ini kondisinya menurun, dengan luka pada bagian kepala dan pinggang," kata Hardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ngebut
Sementara sebelumnya pihak kepolisian Muaraenim meskipun belum secara pasti memastikan penyebab kecelakaan, tapi diduga penyebab kecelakaan karena sopir ngebut dan tidak menguasai medan. Ini disampaikan Kasat Lantas Polres Muaraenim AKP A Pardomuan.
Di lokasi, katanya, terdapat sebuah tikungan yang tajam, sebelum memasuki jembatan. "Di sana ada sebuah peringatan untuk berbelok ke arah kanan," katanya.
Diduga mobil tersebut terjun bebas ke dasar sungai karena memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, yang tidak melihat adanya rambu tersebut.
(nrl/nrl)











































