Rambu-rambu itu bergambar siluet kepala seorang laki-laki bertopi dan seorang wanita berambut keriting. Bibir mereka terlihat monyong sehingga hampir bertemu. Sebuah lingkaran berwarna merah dengan silang membingkai gambar itu, seperti dilansir dari AFP, Kamis (19/2/2009).
Rambu-rambu itu diletakkan di tempat penurunan orang bukan tanpa alasan. Gara-garanya, saking seringnya orang berciuman saat melepas sang kekasih pergi, banyak mobil jadi antre. Kemacetan pun tak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menaruh rambu itu di tempat menurunkan penumpang, karena itu bukan tempat yang besar dan sibuk yang menyebabkan kemacetan. Rambu ini cara yang ringan untuk menyentil orang untuk pergi segera," ujar juru bicara Virgin Rail, operator stasiun.
Jika orang ingin berciuman, imbuh jubir itu, mereka harus memarkir mobilnya di area parkir singkat yang disediakan.
"Kita tidak melarang berciuman di stasiun," imbuh dia.
Pernyataan itu memang tidak membual. Rambu yang bergambar hampir sama, namun tak ada lingkaran merah bersilang, didirikan di sejumlah titik. Pertanda tempat yang bisa digunakan untuk berciuman. Cup..cup.. (her/nwk)











































