''Kita sedang pertimbangkan. Kalau Ujian Akhir Nasional (UAN), tetap saja ikut. Tapi dengan masalah ini, belum tentu lulus sekolah,'' kata Kepala SMA Negeri 1 Tenggarong Tulus Sutopo kepada detikcom di kantornya Jl Mulawarman Kota Tenggarong, Rabu (18/02/2009).
Menurut Tulus, pihaknya terus membahas perkembangan kasus tersebut bersama dengan seluruh pihak internal sekolah. Tulus menilai, kasus tersebut cukup mencoreng citra sekolah yang selama ini dinilai favorit di Kota Tenggarong. Terlebih video rekaman perbuatan memalukan itu,beredar luas di tengah masyarakat Tenggarong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Adi (16), bukan nama sebenarnya,yang menjadi korban pelecehan seksual, mengaku sering diejek teman-temannya dengan perkataan tidak wajar. Kendati sering diejek, Adi mengatakan ia hanya bisa bersabar.
''Saya sering dikatai banci dan dicolek-colek. Saya tidak perlu membalas. Saya sabar saja,'' ujar Adi ketika ditemui di rumahnya di kawasan Kecamatan Tenggarong Kutai Kartanegara,Rabu (18/02/2009).
Ibu kandung Adi, Herlinawati (39), saat ditemui di kesempatan yang sama tetap meminta agar kepolisian serius memproses perkara tersebut. Menurutnya, apa yang dialami Adi sudah membuat malu keluarganya.
''Sementara belajar di rumah dulu.Yang pasti, kasus ini harus tetap lanjut,'' tegas Herlinawati. (djo/djo)











































