Insiden saling dorong terjadi di seberang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Puluhan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (18/2/2009), langsung membentuk barisan menuju Istana Merdeka.
Tapi polisi yang berjaga di sekitar lokasi menilai barisan tersebut terlalu memakan badan jalan. Maka mereka mendorong mahasiswa yang ada di sisi luar agar merapatkan barisan.
Polisi juga meminta mobil perangkat sound system pengunjuk rasa untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Selatan. Polisi beralasan arus lalu lintas jam pulang kantor yang mulai padat kembali.
Pengunjuk rasa memandang tindakan polisi sebagai aksi represif. Sebagai tindak balasan, mahasiswa berusaha mendorong balik barisan polisi sambil melontarkan caci maki. Mereka lalu melakukan aksi duduk.
Di tengah situasi tegang seperti itu, mendadak muncul sepeda motor melaju dari belakang barisan. Bergegas saja beberapa orang polisi mengepung untuk menghentikannya. Pengendara motor sempat terjungkal jatuh itu pun kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan.
(lh/nrl)











































