"Sebagai tindak lanjut perencanaan pembatasan dan penggunaan kantong plastik, kami dengan beberapa kader sampah akan melakukan kampanye kepada masyarakat serta akan melakukan inspeksi mendadak di beberapa pusat perbelanjaan," kata Menteri Rachmat Witoelar.
Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers bertema "Mengenang tragedi Leuwijajah" di kantornya Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sidak nantinya, pemerintah berupaya memberikan tekanan psikologis kepada pihak pusat perbelanjaan untuk dapat membatasi penggunaan kantong plastik.
"Dalam inspeksi ini kita pakai tekanan psikologis. Sekaligus berupaya menyosialisasikan penggunaan kantong plastik yang terdegradasi oleh alam," kata Rachmat.
Pusat perbelanjaan tersebut dianjurkan tidak menggunakan kantong plastik atau menggunakan kantong plastik yang bisa terdegradasi oleh alam.
Jika masih ada pusat perbelanjaan yang masih menggunakan kantong plastik yang tidak terdegradasi oleh alam tersebut, maka akan diberikan sanksi. Model sanksi yang akan digunakan berupa soft power diplomasi.
"Kita permalukan di depan pers atau kita datangi langsung dan melakukan gugatan," jelasnya. (gus/ken)











































