"Ya manut saja, namanya rakyat. Kan nanti bisa dibangun lagi," kata Ibu Hasan (45) pedagang warung kopi saat ditemui di lokasi MCK++ di RT 05/08, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2009).
Ibu Hasan biasa berdagang sejak pagi hingga sore hari, dengan menggelar meja dan bangku. Kopi dan makanan ringan dia jual di lapaknya itu. Selain warung miliknya, beberapa lapak lainnya, yang berada di sekitar jalan masuk juga dilarang berjualan.
Tidak hanya warung, jemuran pakaian miliak warga di perkampungan padat ini juga tidak diperkenankan untuk dipasang di depan dan di atap rumah. "Dari kemarin dibilangin Pak RT, biar bersih," kata Suci (40).
Akhirnya jemuran basah hanya diangin-anginkan dan pakaian pun ditunda jadwal mencucinya. Sementara itu lokasi di sekitar pun sudah diamankan petugas. 5 Personel polisi dan TNI tampak berjaga di mulut gang.
"Kami hanya memastikan semuanya aman, dan semua titik sudah kami pantau. Terutama akses masuk dan keluar. Ini untuk keamanan dan citra bangsa," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Yossy Runtukahu. Hillary dijadwalkan mampir ke Petojo pada Kamis 19 Februari 2009.
(Ari/nrl)











































