"Kotoran di MCK ini diubah menjadi gas dan disalurkan untuk memasak," kata pengurus MCK Januar Sunaryo ditemui di lokasi MCK++ di RT 05/08, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2009) menjelaskan keistimewaan MCK++.
MCK++ ini dibangun pada 2006 dengan bantuan USAID. Bercat biru dan dilengkapi keramik, tempat ini tampak bersih. Selain warga sekitar, pekerja kantoran di sekitar kawasan Gadjah Mada juga banyak yang menggunakan MCK ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total keseluruhan area MCK++ seluas 8x8 meter. Ada 6 lubang untuk membuang air besar dan 3 kamar mandi. Selain itu ada beberapa larangan di MCK ini, yakni tidak boleh membuang puntung rokok atau deterjen di dalam lubang. Hal ini dimaksudkan agar tidak menggangu penyaringan.
"Setelah kotoran dikeluarkan lalu dipisahkan dengan air. Kalau airnya langsung di buang ke Kali Krukut, kalau kotorannya dipendam di dalam lubang sedalam 9 meter," urainya.
Kemudian di dalam lubang dimasukkan pipa berukuran kecil, yang bisa mengalirkan gas dan bisa dipergunakan untuk memasak. "Rencananya akan dialirkan ke rumah yang berjarak radius 50 meter dari MCK," ujar Januar.
Hingga kini, gas belum sepenuhnya dialirkan, tetapi gas tersebut sudah bisa digunakan warga yang ingin memasak. (ndr/nrl)











































