"Saya sudah sampaikan kepada Pak Hassan. Kita mengutamakan pentingnya pendidikan para perwira Indonesia," ujar Menhan Juwono Sudarsono di sela-sela acara Lokakarya Pembahasan Universitas Pertahanan di Dephan, Jl Meden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2009).
Menhan menambahkan, dalam proposal kerjasama ini, pemerintah lebih mementingkan tukar menukar perwira untuk pendidikan daripada pengadaan sistem alutsista (alat utama sistem senjata).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhan menjelaskan, kerjasama yang dibicarakan adalah pertahanan yang tidak bersifat militer. Pihak AS, menurutnya, sudah menyetujui kerjasama tersebut.
"National Defence University dari Washington juga sudah bersedia untuk menyumbangkan tenaga-tenaga pemikir," kata Menlu. (nik/nrl)











































