Sinyal Ponsel Boleh Diacak Asal Jangan Berjam-jam

Hillary ke Jakarta

Sinyal Ponsel Boleh Diacak Asal Jangan Berjam-jam

- detikNews
Rabu, 18 Feb 2009 12:18 WIB
Sinyal Ponsel Boleh Diacak Asal Jangan Berjam-jam
Jakarta - Pengacakan sinyal ponsel hampir selalu terjadi saat tamu penting dari Amerika Serikat datang, termasuk Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Jika itu benar terjadi, tim pengamanan diminta tidak keterlaluan.

"Kalau diacak ya jangan lama-lama, cukup saat Hillay lewat saja. Beberapa menit cukup, tidak perlu berjam-jam," kata Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) Muhammad Jumadi kepada detikcom, Rabu (18/2/2009).

Jumadi beralasan, selain mengganggu komunikasi publik, pengacakan sinyal ponsel juga dapat membuat bisnis terganggu. Apalagi, saat Hillary tiba di Jakarta, bertepatan dengan jam sibuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pukul 13.00 WIB - 14.00 WIB itu kan sibuk-sibuknya orang berhubungan dengan rekan bisnis. Kalau acak sinyalnya terlalu lama, bisa mengganggu kan," ujarnya.

Selain itu, Jumadi juga mengimbau agar radius pengacakan sinyal jangan terlalu jauh. "Mungkin 500 meter sampai 1 km sudah cukup ya. Itu sudah cukup untuk mengamankan orang," tandasnya.

"Ya kita saling mengerti saja, di sana butuh pengamanan di sini butuh berkomunikasi. Intinya saling pengertian," ujar Jumadi. (ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads