"Kalau diacak ya jangan lama-lama, cukup saat Hillay lewat saja. Beberapa menit cukup, tidak perlu berjam-jam," kata Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) Muhammad Jumadi kepada detikcom, Rabu (18/2/2009).
Jumadi beralasan, selain mengganggu komunikasi publik, pengacakan sinyal ponsel juga dapat membuat bisnis terganggu. Apalagi, saat Hillary tiba di Jakarta, bertepatan dengan jam sibuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jumadi juga mengimbau agar radius pengacakan sinyal jangan terlalu jauh. "Mungkin 500 meter sampai 1 km sudah cukup ya. Itu sudah cukup untuk mengamankan orang," tandasnya.
"Ya kita saling mengerti saja, di sana butuh pengamanan di sini butuh berkomunikasi. Intinya saling pengertian," ujar Jumadi. (ken/nrl)











































