Menurut kakak iparnya, Ratna Simanjuntak, turunnya kondisi Dorkas mulai terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, 10 November silam. Kondisi ini terjadi tidak berapa lama usai Dorkas meminta kepada suster untuk melihat anaknya.
Jawaban suster yang meminta Dorkas untuk menunggu bayinya karena sedang dibersihkan, diakui Ratna sempat membuat Dorkas sewot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan Ratna yang terus berada di samping Dorkas selama kejadian ini membantah keterangan pihak RS Bakti Yudha. Sebelumnya, RS melalui Hanibal Pardede menyebut Dorkas sesak nafas karena marah kepada sepupunya.
Menurut Ratna, saat itu Dorkas hanya menanyakan, kenapa Diana yang masih duduk di bangku sekolah justru datang ke RS. Diana sendiri tiba di RS selang beberapa menit usai kemarahan Dorkas pada suster.
"Pulang kamu, sekolah kamu," ujar Dorkas saat itu.
Setelah itu, Dorkas mengalami sesak nafas hebat serta kejang-kejang. Ratna mengaku ngeri melihat kondisi Dorkas saat itu.
Bantuan pernafasan yang diberikan waktu itu hanya oksigen yang dipompa oleh tangan serta alat pacu jantung. Sedangkan tabung oksigen baru ada sekitar pukul 11.00 WIB.
"Nggak tahu dari bagian mana ambilnya, yang jelas lama sekali nunggunya," jelas Ratna.
Usai mendapat tabung oksigen, Dorkas pun segera dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Depok. Pihak keluarga mengaku merasa ada yang aneh usai Dorkas tiba di RS.
Dokter dari RS Bhakti Yudha yang ikut selama perjalanan terlihat berbicara serius dengan dokter RS Mitra Keluarga. Sayangnya, pihak keluarga tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan itu.
"Setelah itu, segala penanganan dari RS Mitra Keluarga kita patuhi," pungkasnya.
Dorkas mengalami koma selama tiga bulan usai menjalani operasi cesar di RS Bhakti Yudha. Padahal, kelahiran anak pertamanya ini sudah ditunggu selama 6 tahun. (mok/mad)











































