"Tim hanya akan membawa sampel DNA dari keluarga yang ada di Indonesia. Hasil DNA akan dirumuskan di sini kemudian akan dikirim ke Australia. Kalau ada yang klop maka itu mayatnya," ujar ujar Kadiv Humas Polri Irjen Abubakar Nataprawira di Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2009).
Menurut Abubakar, proses identifikasi yang akan dilakukan oleh tim Mabes Polri dilakukan dengan 4 metode.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim dari Indonesia ini rencananya bergabung dengan pemerintah Australia dengan lama tugas 17 hingga 20 hari ke depan.
"Selain mengidentifikasi mayat korban kebakaran, mereka juga mengidentifikasi mayat yang diperkirkan 2 orang WNI. Sampai saat ini dua mahasiswa WNI tersebut belum ditemukan," katanya.
Tim DVSI sudah terlatih dalam mengidentifikasi mayat-mayat korban bom Bali. Tim ini telah tiba di Australia akhir pekan lalu. (fiq/nrl)











































