RS Bakti Yuda Menolak Disalahkan

Dorkas Koma 3 Bulan
RS Bakti Yuda Menolak Disalahkan

RS Bakti Yuda Menolak Disalahkan

- detikNews
Selasa, 17 Feb 2009 16:49 WIB
RS Bakti Yuda Menolak Disalahkan
Jakarta - Rumah Sakit (RS) Bakti Yuda Depok menolak dipersalahkan atas kasus mati surinya Dorkas Silitonga. Mereka merasa telah melakukan semuanya sesuai prosedur.

"Tidak ada keterlambatan dalam penanganan," kata Direktur Operasional RS Bakti Yuda, Hanibal Pardede saat dihubungi melalui telepon, Selasa (17/2/2009).

Hanibal menjelaskan saat itu pada 9 November 2008, Dorkas dan suaminya datang untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun, kemudian ada tanda-tanda mau melahirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah diperiksa tanda-tanda semakin jelas. Lalu dilakukan penanganan, dan
disimpulkan bisa melahirkan normal," jawab Hanibal.

Tapi kemudian pada sore hari, dokter mendapatkan ada kendala gawat janin, hingga kemudian harus dilakukan operasi. "35 Menit operasi hasilnya bagus," jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Hanibal, Dorkas memang rutin memeriksa kehamilan di rumah
sakitnya. "Saat itu telah ditemukan indikasi Preeclamsi atau keracunan kehamilan dengan gejala tekanan darah tinggi, kaki bengkak, dan pada urine ditemukan protein," akunya.

Hingga kemudian, pada 10 November 2009, karena sesuatu hal dia mengalami penurunan kondisi kesehatan.

"Informasi yang kita dapat, dia marah kepada sepupunya. Tiba-tiba setelah itu, dia mengalami sesak napas, dan segera ditangani dokter kebidanan dan anestesi," jelasnya.

Hasil pemeriksaan, Dorkas harus segera dirawat di ruang ICU. "Kami mengirim dia dengan ambulans ke RS Mitra Keluarga dan didampingi dokter, tapi di perjalanan dia mengalami kejang-kejang," urainya.

Sayangnya, Hanibal tidak bisa menjelaskan ketika ditanya mengapa bila Dorkas
memiliki gejala sakit seperti yang disebutkan di atas, pihak rumah sakit tetap melakukan penanganan.

"Dokter memang sudah melihat itu, setiap penyakit memang punya potensi dan risiko," jawabnya.

RS Bakti Yuda telah dipanggil pihak Dinas Kesehatan Kota Depok dan telah memberikan klarifikasi kronologis dari sisi mereka. "Nanti pihak Dinkes akan meminta pendapat saksi ahli yang netral," imbuhnya.

Sayanganya, pihak Kepala Dinkes Kota Depok Hardiono belum bisa memberikan komentar. Saat ditemui di kantornya, stafnya memberikan alasan Hardiono tengah beristirahat. Dan saat dihubungi melalui telepon, juga teleponnya dimatikan.

Dan untuk RS Mitra Keluarga, menurut informasi pihak Dinkes akan meminta keterangan pada Rabu 17 Februari 2009. (mok/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads