Dunia Internasional Diminta Perhatikan Pengungsi Rohingya

Dunia Internasional Diminta Perhatikan Pengungsi Rohingya

- detikNews
Selasa, 17 Feb 2009 16:04 WIB
Jakarta - Ratusan pengungsi suku Rohingya dari Myanmar hidupnya semakin memprihatinkan di Pulau Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kepemimpinan Rakyat Islam Sedunia (KRIS) pun meminta dunia internasional, ASEAN dan Indonesia untuk memperhatikan nasib mereka.

"Kami menyatakan keprihatinan mendalam terhadap para pengungsi suku Rohingya yang terdampar di NAD," kata Sekjen KRIS, Din Syamsuddin dalam jumpa pers di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Jl Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2009).

Menurut Din, kehidupan ratusan pengungsi Rohingya saat ini sangat menderita
setelah terkatung-katung di laut dengan kapal tanpa mesin. "Ini sungguh
memprihatinkan dan kita protes keras terhadap pemerintah Myanmar di mana
membiarkan warganya terusir," jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Din juga mengatakan, para pengungsi Rohingya juga mendapat perlakuan yang
tidak adil dan tidak perikemanusiaan. "Ini pelanggaran HAM," imbuhnya.

Oleh sebab itu, lanjut Din, negera-negara di kawasan ASEAN, khususnya
Indonesia untuk memperhatikan para pengungsi Rohingya dengan memperlakukan secara baik atas dasar Ukuwah Islamiyah. "Kita meminta mereka diperhatikan dan tidak diusir," tegasnya.

Semua negara internasional dan lembaga-lembaga pemerhati masalah HAM juga
dimintai hal serupa. Karena menurut Din, lembaga HAM dunia justru luput
memperhatikan masalah pengungsi Rohinga itu.

Din menambahkan, KRIS juga akan melakukan lawatan ke Myanmar dan sejumlah negara ASEAN untuk meminta agar memperlakukan suku Rohingya dengan
baik. Sementara, PP Muhammadiyah sendiri juga akan memberikan bantuan ke
pengungsi di Pulau Sabang itu.

"Kami sudah rencanakan sampaikan sikap kami ke pemerintah Indonesia dan negara ASEAN dalam KTT nanti. Kami usulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menerima dan menampung mereka serta tidak mengusirnya," pungkasnya.
(zal/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads