Salah satu agenda penting Hillary dalam kunjungannya ini adalah soal perubahan iklim dan krisis finansial dunia. Hillary juga akan menandatangani kesepakatan untuk memindahkan sekitar 8.000 dari 50.000 Marinir di Pulau Okinawa, Jepang ke Guam, wilayah Pasifik. Keberadaan pasukan AS di Okinawa selama ini telah menjadi sumber ketegangan hubungan AS-Jepang.
Untuk menunjukkan solidaritas dengan Jepang, Hillary juga akan menemui keluarga warga Jepang yang diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Dengan lawatan Hillary ke Asia ini merupakan pertama kali dalam hampir 50 tahun, seorang Menlu AS menjadikan Asia sebagai tur kenegaraan pertamanya.
"Dengan memperkuat aliansi bersejarah Asia kita, dimulai di sini di Jepang, dan membentuk kemitraan baru dengan negara-negara yang mencuat, kita bisa mulai bersama-sama membangun jaringan di seluruh dunia untuk membantu kita menyelesaikan masalah yang tak seorang pun dari kita bisa menyelesaikannya sendiri," kata Hillary setibanya di Tokyo seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/2/2009).
Usai melawat Jepang, Hillary akan singgah di Indonesia pada 18-19 Februari mendatang. Setelah itu Hillary akan melanjutkan tur Asia-nya ke China dan Korea Selatan.
Sebelumnya istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu menyatakan, salah satu tujuan lawatannya ke Asia adalah menunjukkan komitmen baru AS untuk bekerja sama dengan para pemimpinnya. (ita/iy)











































