Sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (17/2/2009), 60 petugas berseragam loreng dan menenteng senjata membersihkan atribut dan membuka barikade yang dipasang warga yang menolak untuk pindah dari kompleks tersebut.
"Warga sempat melarang aksi itu, tapi dihalang-halangi," kata Robi (30), warga Kompleks TNI AU Dwikora, Cilangkap, Depok.
Pantauan detikcom, pukul 08.35 WIB, 30 petugas masih berjaga. Sementara sebagian warga memilih bertahan. Rencananya juga akan mengadu ke Komisi 1 DPR.
Di dalam kompleks ini, terdapat 154 KK dan 662 jiwa, juga lebih dari 120-an rumah. Di lokasi ini juga terdapat SD Cilangkap II yang menampung 1.097 murid.
"Kita akan tetap bertahan," ujar Robi.
Menurut TNI AU, rumah dinas Kompleks TNI AU Dwikora hanya diperuntukkan bagi prajurit TNI AU yang masih berdinas aktif, dan penempatan rumah dinas hanya sah apabila penghuninya memiliki surat izin penempatan atas namanya sendiri.
Menurutnya, tanah/bangunan yang dihuni 89 purnawirawan dan 23 personel aktif ini merupakan tanah/bangunan milik Dephan cq TNI AU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ndr/nrl)











































