Para angkutan liar itu menggunakan kendaraan plat hitam saat beroperasi. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan terang-terangan di depan petugas.
"Hal ini sangat merugikan kami, sebab pendapatan kami yang juga dipotongi pajak di Terminal menjadi berkurang," Imbuh Rizal Rahma, koordinator aksi di depan kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (16/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa polisi yang kami protes malah mengaku tak bisa berbuat apa-apa dan takut dimutasi kalau berani mengorek sopir liar tersebut," ungkap Rizal.
Para sopir ini diterima anggota Komisi I DPRD Sulsel, Doddy Amiruddin. Menurut Doddy, kendaraan pribadi yang dipakai sebagai angkutan umum adalah tindakan kriminal yang perlu dihentikan.
"Kami akan menyurati secara resmi kepada instansi terkait, termasuk pada Kapolda," ujar Doddy di ruang penerimaan aspirasi.
Menanggapi aksi ini, pengamanan polisi di sekitar DPRD terlihat lain dari hari biasanya. Jumlah aparat yang disiagakan lebih banyak dari pengunjuk rasa. Mobil ambulans tim Dokter Kepolisian (Dokpol) juga diparkir di depan gedung DPRD Sulsel.
(mna/djo)










































