"Polisi bisa saja lalai. Mereka tidak mengetahui kalau mereka (Alvin dan Sely) itu suami istri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen Adinegara di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2009).
Penculikan bayi Kate Victoria terjadi pada Jumat 13 Februari 2009. Saat itu Kate tengah bersama ibunya dan mengunjungi kerabat mereka di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Tiba-tiba saat Kate ditinggal ke kamar mandi oleh ibunya, datang 2 pria yang mendobrak masuk ke dalam rumah dan mengambil bayi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sely dan Alvin (ayah Kate) memang sedang dalam proses perceraian. Karena sang suami yang seorang pengusaha ini kerap memukulinya, hingga membuat Sely terpaksa berpindah-pindah tempat.
Soal keterlibatan oknum korps baju coklat ini, lagi-lagi polisi berkelit. Ketiga polisi berinisial NN, HR, dan NZ itu hanya menjalankan tugasnya saja dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Zulkarnaen menambahkan, saat Alvin mendatangi Polsek Jatinegar, Alvin meminta pengawalan polisi. "Mereka diarahkan oleh Kapolseknya untuk mengawal. Dan mereka saat ke situ juga di dampingi oleh Hansip," tambahnya.
Apakah anggota Polsek Cawang itu dibayar? "Wah, saya nggak tahu itu, tanya saja sama Alvin nanti kalau dia sudah ketangkap," jelasnya.
Zulkarnaen mengatakan, setelah mengetahui bahwa Alvin dan Sely adalah suami istri, akhirnya ketiga anggota Polsek Cawang itu pun turut mencari pelaku. "Ditelusuri oleh anggota Polsek Cawang, sampai akhirnya diketahui mobil yang dipakai itu adalah mobil sewaan dari hotel," tutupnya. (mei/ndr)











































