"Saya terserang polio waktu masih kecil. Kalau mau berjalan ya harus pakai ini," kata Triono sambil menunjuk sebuah tongkat saat ditemui di rumahnya RT 11 RW 01, Dusun Bajangan, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/2/2009).
Karena kondisi fisiknya itulah, Triono mengaku jarang pergi jauh dari rumahnya. Sehari-hari dia mengisi waktu dengan membuat aneka perabotan dari kayu dan bambu, seperti meja, kursi dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tidak mungkin, himpitan ekonomi dan kondisi fisik terbatas itulah yang membuat Triono hingga kini masih membujang. Di usianya yang di atas 50 tahun (sebelumnya disebutย 40 tahun), Triono memang belum pernah berkeluarga.
Pantauan detikcom, Triono memang berasal dari kalangan keluarga sangat sederhana alias miskin. Rumah yang didiami bersama bapak dan adiknya hanya berdinding papan, itu pun sebagian sudah berlubang. Tak ada keramik atau sekadar peluran semen pada bagian lantainya.
(djo/nrl)











































