"Saya tidak mual dan ngidam apa-apa. Biasa saja, saya sehat-sehat saja," kata Triyono di kediamannya, RT 11 RW 01 Dusun Bajangan, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Semarang, Jawa Tengah, Senin (16/2/2009).
Triyono pasrah menerima keadaannya. "Kalau ini benar-benar bayi saya terima, siapa tahu kuasa Illahi. Saya berharap tetap sehat dan terus beraktivitas," kata Triyono yang menggunakan tongkat saat berjalan ini.
Triyono tinggal bersama adiknya, Murti (30), di rumah papan nan sederhana. Tubuh Triyono kurus dan perutnya tampak membuncit.
Kehamilan Triyono mengundang empati warga sekitar. "Aneh saja Triyono bisa hamil. Saya jadi iba karena dia kan orangnya kurang sempurna apalagi ditambah hamil lagi," kata tetangga, Triyono, Suwarti.
(aan/nrl)











































