Pantauan detikcom, Minggu (15/2/2009) pukul 11.00 WIB, alat-alat masak tersebut mereka pukul-pukul sembari bernyanyi. Beberapa di antara mereka mengenakan celemek yang bertuliskan "15 Februari, hari PRT".
Pendemo yang sebagian besar ibu-ibu ini membawa spanduk bertuliskan "Wujudkan UU perlindungan PRT". Aksi ini tidak membuat macet karena pendemo hanya berada di emperan bundaran air mancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendemo yang tergabung dalam jaringan nasional advokasi PRT (Jala) ini, rencananya akan beraksi kembali minggu depan ke DPR. "Kami minta agar DPR segera buat UU perlindungan PRT," kata koordinator lapangan Dewi Astuti. (gus/nrl)










































