“Bisa saja terjadi lagi dalam 2 hari ke depan, asal dari pagi sampai tengah hari kering,” ujar Kasubid Informasi Meterologi Publik Kukuh Ribudianto saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (14/2/2009).
Menurut Kukuh, angin kencang itu terjadi akibat pembentukan awan kumulonimbus. Kecepatan angin yang ditimbulkan akibat awan tersebut bisa mencapai lebih dari 20 knot atau 35 Km/Jam.
“Pembentukan angin itu karena radiasi matahari tinggi, sehingga menyebabkan proses penguapan menjadi sangat cepat,” jelas Kukuh.
Kukuh juga menjelaskan, pembentukan awan kumulonimbus seharusnya sudah tidak terjadi lagi. Alasannya awan itu sangat sulit bisa terbentuk saat musim penghujan.
“Tapi seandainya ada, itu bisa saja terjadi,” pungkasnya.
Sebelumnya sebuah baliho salah satu parpol tumbang akibat angin kencang di Jl Asia Afrika. Fenomena angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah Tangerang, Banten. (mad/gah)











































