Panda Nababan menceritakan perjalanan hidupnya selama 30 tahun menjadi wartawan dalam sebuah buku berjudul "Menembus Fakta". Buku itu diluncurkan di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-65.
Dalam bukunya, politisi PDIP itu menunjukkan kualitasnya sebagai wartawan investigasi. Buku setebal 292 halaman ini runtut menggambarkan kisah hidupnya sebagai wartawan sampai akhirnya beralih profesi menjadi politisi.
Tersirat dalam buku ini alasan kepindahan panda menjadi politisi karena geram pada korupsi yang merajalela pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri pun sedikit 'mempengaruhi' nya waktu itu.
Menikmati perjalanan hidup Panda, foto-foto semasa karir Panda sebagai wartawan rapi terjejer di dekat resepsionis. Ada fotonya masa perang Vietnam, dia Aceh, masa kurungannya pada pemerintahan Soeharto, dan lain-lain.
Dari dua LCD yang ada diruangan terus diputar video foto slide yang melukiskan perjalanan Panda selama menjadi wartawan investigasi di Vietnam dan beberapa pengalamannya lainnya.
Nama-nama yang tidak asing hadir malam hari ini, ada WS Rendra, Aristides Katoppo, Karni Ilyas, Surya Paloh, Taufiq Kiemas, dan lainnya.
Melongok keluar tampak berjejer ucapan selamat dari pejabat negara, politisi dan tentu saja dari dunia media massa. Antara lain, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Capres PDIP Megawati Soekarnoputri. (van/irw)











































