Demikian Dubes RI di Moskow, Hamid Awaludin seusai pertemuan dengan Menteri Pendidikan Rusia Andrei Aleksandrovich Fursenko di kantor Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Moskow, Jumat (13/2/2009) hari ini.
"Maksud dari konstruksi permintaan itu adalah agar terjadi diseminasi ilmu secara cepat," ujar Hamid, seperti disampaikan Pelaksana Fungsi Pensosbud M. Aji Surya kepada detikcom, Jumat (13/2/2009) siang ini waktu Eropa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Hamid juga menyampaikan rencana pembukaan jurusan Sastra Rusia, selain yang sudah ada di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran Bandung. "Saya minta agar Rusia dapat menyediakan dosen untuk mereka," tandasnya.
Migas dan Satelit
Lebih lanjut, Dubes Hamid Awaludin menyatakan bahwa area kerjasama di bidang pendidikan RI-Rusia yang diinginkan oleh Indonesia setidaknya mencakup bidang rekayasa minyak dan gas, konstruksi dan persatelitan.
"Ketiga kegiatan itu penting, karena akan memberikan imbas positif bagi percepatan putaran roda ekonomi," terang Hamid.
Dikatakan bahwa Fursenko pun mengamini gagasannya itu dan akan menyiapkan beberapa universitas unggulan di bidang tersebut guna bermitra dengan Indonesia.
βSaya dapat sampaikan bahwa kita banyak memiliki kesamaan pandangan tentang kerjasama pendidikan. Sekarang saya tinggal menunggu kedatangan Menteri Pendidikan Indonesia bila MoU telah siap ditandatangani,β ujar Fursenko semangat.
Sebelumnya Dubes Hamid kepada Menteri Fursenko telah mengutarakan mengenai rencana kunjungan kerja Menteri Pendidikan RI ke Moskow seusai Sidang UNESCO di Bonn, Jerman, akhir Maret nanti.
Secara terpisah Aji Surya mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan Rusia juga mencatat dengan baik kedatangan 7 guru besar dari Universitas Politeknik Negeri St. Petersburg ke Indonesia awal Januari lalu, yang kemudian menandatangani kerjasama dengan UI, ITB dan UNHAS. Hal ini dianggap pionir bagi kerjasama serupa di kemudian hari. (es/es)










































