Aksi yang dimotori Forum Lembaga Silaturahmi Dakwah Kampus (FSLDK) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu diawali dari halaman Masjid Kampus UGM di Bulaksumur. Dari masjid, massa kemudian berkeliling menuju Fakultas Ilmu Budaya, Hukum dan Peternakan.
Dalam aksi itu, mereka juga menyebarkan selebaran berisi ajakan kepada mahasiswa UGM dan umat Islam untuk tidak merayakan hari valentine.
Koordinator aksi, Jefry Daryanto kepada wartawan di sela-sela aksi mengatakan, pihaknya menolak hari valentine dirayakan besar-besaran di Yogyakarta. Hari valentine justru melegalisasi seks bebas yang bisa menjadi penyebab meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS.
"Tidak banyak guna kita umat Islam merayakannya. Justru saat valentine angka penjualan kondom meningkat di sejumlah mini market dan apotek. Ini berarti melegalkan pemakaian kondom," katanya.
Dia mengatakan FSLDk tidak hanya menggelar aksi menolak adanya perayaan hari valentine di kampus UGM saja tapi juga di kampus-kampus lain seperti UNY, UMY, UAD dan lain-lain. "Kita pada hari Sabtu besok juga akan menggelar aksi yang lebih besar lagi untuk menyerukan penolakan itu," pungkas Jefry. (bgs/djo)











































