"Beliau sedang melakukan general check up di salah satu negara di Eropa. Tidak benar kalau diisukan macam-macam," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Ditanya apakah JK sedang sakit sehingga harus melakukan check-up, orang dekat JK itu menjawab "pokoknya general check up biasa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng juga mengelak menjawab. "Tanya sama kantor wapres, jangan tanya saya," kata Andi.
Anda kan Jubir Kepresidenan? "Saya tidak bersama beliau, lebih baik tanya kantor wapres," pungkas pria yang sebagai jubir kepresidenan seharusnya juga mengetahui keberadaan wapres tersebut.
JK meninggalkan tanah air pada 31 Januari malam. Tujuan pertama JK dan rombongan adalah Tokyo, Jepang. Di negeri itu, JK menerima gelar honoris causa bidang perdamaian dari Sooka University pada 2 Februari.
Penghargaan serupa juga dianugerahkan oleh Kerajaan Belgia pada 6 Februari. Karena itu, usai dari Tokyo, JK langsung terbang ke Brussel untuk menerima tanda kehormatan 'Commander de L'Ordre de Leopold' untuk jasanya meningkatkan kerjasama ekonomi Indonesia-Belgia.
Dari sana JK akan menuju Belanda untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh pemerintahan membahas kerjasama ekonomi. Selain dengan PM Belanda, JK juga mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri, menteri ekonomi dan menteri kehakiman Belanda.
Kunjungan ke luar negeri wakil presiden kali ini bisa dibilang cukup lama. Hingga 13 Februari, JK telah meninggalkan tanah air selama 14 hari. Padahal menurut jadwal, JK hanya berada di luar negeri selama 12 hari. (lrn/nrl)










































