Wilders murka atas perlakuan yang diterimanya. "Ini keterlaluan," ujar Ketua Fraksi Partai Kebebasan itu, seperti dikutip dari De Telegraaf malam ini atau Jumat (13/2/2009).
Menurut Wilders, sikap pemerintah Inggris tersebut merupakan tamparan bagi kebebasan berpendapat. "Ini tidak hanya tamparan ke muka saya, tetapi juga terhadap kebebasan berpendapat," demikian Wilders.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Wilders memilih jalan konfrontasi dengan nekat terbang ke London. Dia semula dijadwalkan akan mempresentasikan film Fitna di House of Lords pada Kamis kemarin. (es/es)











































