Karyasiswa di Luar Negeri Tingkatkan Performansi PLN

Laporan dari Delft

Karyasiswa di Luar Negeri Tingkatkan Performansi PLN

- detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 17:17 WIB
Karyasiswa di Luar Negeri Tingkatkan Performansi PLN
Delft - Kebijakan PLN mengirim karyawan untuk studi pascasarjana di luar negeri akan meningkatkan performansi. Program ini perlu diteruskan.

Hal itu disampaikan beberapa karyasiswa dari PLN di Delft University of Technology, melalui Dedy H.B Wicaksono kepada detikcom (10/2/2009), menjawab pertanyaan apa manfaat utama program pengiriman karyawan PLN untuk belajar kembali pada program pascasarjana di luar negeri, seperti di Belanda.

"Studi pascasarjana di Belanda dengan penelitian akhir aplikatif terhadap kasus di Indonesia, membuat PLN siap secara dini untuk menerapkan teknologi terbaru sistem distribusi listrik," ujar Edy Mu'tasim Billah, yang baru saja menyelesaikan S2-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama Edy, PLN untuk angkatan pertama juga mengirimkan Elpis Sinambela. Angkatan kedua meningkat menjadi 7 orang dan saat ini mereka sedang menempuh proses belajar.

Menurut Himmel Sihombing, dari angkatan kedua, studi pascasarjana selama dua tahun di luar negeri memberikan manfaat utama berupa penambahan wawasan dan koneksi.

"Secara karir, pendidikan pascasarjana ini belum memiliki pengaruh secara langsung, karena tetap yang dinilai adalah performansi kerja dari karyawan bersangkutan," tambah Himmel.

Himmel berpendapat agar karyawan yang muda segera diberikan kesempatan mengikuti pendidikan pascasarjana semacam ini. Mengingat usia yang muda dengan energinya akan memudahkan mereka menyerap materi pendidikan selama di luar negeri.

Dilanjutkan

Sementara itu Muhammad Firmansyah, juga dari angkatan kedua, mengatakan bahwa manfaat utama yang dirasakannya dari program ini adalah terbukanya wawasan.

"Misalnya, wawasan mengenai tren penggunaan energi, alternatif solusi untuk masalah-masalah generasi, transmisi, dan distribusi listrik," papar Firman, yang saat ini dipercaya sebagai Ketua PPI Delft.

Ditambahkan bahwa sebagian masalah kelistrikan ini telah terjadi lebih dahulu di negara-negara maju seperti Belanda, sehingga solusi yang diterapkan untuk masalah tersebut suatu saat dapat diterapkan untuk masalah sama yang akan timbul di Indonesia di kemudian hari. Tentu saja dengan penyesuaian terhadap kondisi Indonesia.

Mengenai urgensi riset, penelitian serta peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan pascasarjana di luar negeri bagi PLN, Firman menjawab bahwa semua itu penting bagi PLN, karena bidang usaha PLN adalah sesuatu yang sarat dengan penerapan teknologi.

Firman berpendapat agar program peningkatan kualitas SDM lewat pengiriman studi pascasarjana ke luar negeri ini tetap dilanjutkan agar tidak terjadi kesenjangan generasi nantinya.

"Memang hasilnya bagi kemajuan PLN mungkin baru akan dirasakan paling cepat lima tahun mendatang," demikian Firman.

Selain ke Delft, PLN juga mengirimkan karyawannya ke Aachen (Jerman) dan Australia. Mereka diseleksi melalui Tes Potensi Akademik (TPA), GMAT, TOEFL, dan diakhiri dengan wawancara. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads