"Sesaat tiba di Melbourne, Dean telepon ngasih tahu kalau sudah sampai. Selain itu, juga memberi tahu kalau kamus elektroniknya ketinggalan. Dia minta dikirim ke Melbourne," kata bunda Dean, So Dju Tju, saat ditemui detikcom di rumahnya di Surabaya, Kamis (12/2/2009).
Hingga saat ini, kamu elektronik milik Dean itu masih di Surabaya. Namun, So Dju Tju sudah menitipkannya kepada Wisnu, adik sepupu Dean, yang juga teman satu kamar di flat di Melbourne. Rencananya, Wisnu akan bertolak ke Melbourne pada 3 Maret 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
barangnya di rumah sudah tidak ada dan sudah saya titipkan ke Wisnu," tambah So Dju Tju.
Keberadaan Dean hingga saat ini masih belum diketahui. Diduga dia bersama Rudi, mahasiswa Indonesia lainnya di Melbourne, menjadi korban ganasnya kebakaran semak-semak di Victoria. Pada Sabtu (7/2/2009), Dean bersama Rudi pergi ke Victoria untuk berlibur.
Pihak keluarga sudah mencoba menghubungi Dean, tapi tetap tidak tersambung. Orangtua khawatir, karena tidak ada kabar Dean hingga saat ini. "Sejak saya melihat ada kebakaran di Australia, saya bimbang. Mungkin dia terjebak di situ. Tapi doakan semoga selamat," kata So Dju Tju.
(asy/nrl)











































