Dian Islamiati Fatwa, reporter Radio Australia yang menetap di Melbourne, ibukota Victoria, menuturkan, api merambat dengan kecepatan 20 km/jam pada Sabtu 7 Februari silam. Api menjalar dengan cepat dibantu oleh angin yang berhembus bak badai dengan kecepatan 120 km/jam.
"Tinggi api sekitar 20 meter, petugas pemadam kebakaran bahkan menemui yang tingginya 80 meter," ujar Dian dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (12/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melokalisir api, petugas pemadam menebangi pohon. Ini karena api merembet cepat dari satu pohon ke pohon. Namun uniknya, ketika pohon ditebang, seketika pula api meloncat ke pohon yang belum ditebang.
"Api sangat pintar, bisa meloncat," komentar Dian.
Yang membuat petugas kebakaran setempat sakit kepala, kata Dian, adalah arah angin yang sulit diprediksi. Hal ini membuat upaya lokalisasi api menjadi sulit.
Korban tewas di Victoria mencapai 181 orang. Mereka tewas selain karena terbakar, juga karena sesak nafas atau terkena radiasi panas. "Dalam jarak 15 km, panas kebakaran itu bisa dirasakan," ujar Dian.
Radiasi panas ini mampu membunuh dalam jarak 200 meter. Media Australia menyebut kebakaran di Victoria mirip dengan kebakaran mematikan pada Jumat Kelabu tahun 1939 dan Rabu Abu tahun 1983. (nrl/iy)











































